Tanggal 3 Januari 2014, kami semua berkumpul di seberang halte Indomilk, menunggu bis yang akan membawa kami saat study trip. Kira-kira sekitar pukul 06.30 WIB murid-murid menaiki bus. Sampai sekitar pukul 06.50 WIB, ada satu orang yang belum datang, yaitu Ni Wayan karena dia masih mencari baju study trip miliknya. Pukul 06.57 WIB, bus I dan bus II (bus anak IPA) mulai berangkat. Sementara itu, bus III, IV, dan V (bus anak IPS) berangkatnya lebih lama, karena tujuan perjalanan mereka langsung ke museum yang ada di Bandung.
Perjalanan yang diharapkan lancar dan sampai tepat waktu tidak tercapai. Kami tiba di PLTA Cirata sekitar hampir jam 11.00 (kalau tidak salah). Di sana ada petugas PLTA yang tanya jawab dengan murid kelas XI IPA. Tetapi, karena suara mesin di PLTA lebih kencang dari suara petugasnya, kami tidak terlalu mengerti apa yang beliau jelaskan. Setelah selesai tanya jawab, petugas PLTA mengajak kami turun untuk melihat mesin PLTA dan menjelaskan cara kerjanya. Pertama, rombongan bus I turun, setelah selesai barulah rombongan bus II yang turun. Sebelum kembali menaiki bus, ada yang buang air kecil atau berfoto di sekitar PLTA Cirata. Saatnya kami kembali menaiki bus.
Karena jam sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB, akhirnya kami berhenti tidak jauh dari mushalla di sekitar PLTA Cirata. Murid laki-laki dan bapak guru segera menunaikan shalat Jum'at, dan murid perempuan dan ibu guru bersantai. Saat aku bersantai, aku melihat rombongan bus II yang perempuan sudah mendapat dan memakan nasi box untuk makan siang. Sementara, rombongan bus I mengeluh kelaparan (termasuk saya). Kami hanya bisa bersabar, karena penanggung jawab bus I adalah Pak Getar yang sedang shalat Jum'at.
Selesai murid laki-laki dan bapak guru shalat Jum'at, beberapa murid perempuan (termasuk saya) dan ibu guru shalat dzuhur di mushalla yang sama. Kami membawa mukena yang akan dikenakan. Sampai di depan mushalla, kami membuka alas kaki. Kami mengambil tempat untuk shalat, lalu berwudhu. Selesai berwudhu, kami pun shalat. Selesai shalat, kami kembali ke dekat tempat parkir bus. Saya termasuk yang paling akhir selesai shalat.
Saat saya selesai shalat dan kembali ke dekat tempat parkir bus, ternyata banyak teman saya dari rombongan bus I yang sudah selesai makan. Saya jadi lapar. Saya minta nasi box ke Pak Getar. Saya melihat itu tinggal beberapa nasi box yang tersisa. Saya meminta air mineral gelas di dalam bus dan mencuci tangan. Lalu saya duduk di atas rumput untuk makan, dan bersebelahan dengan beberapa guru. Nasi box yang saya terima berisi nasi + ayam bakar + sambal + lalapan + buah pisang. Setelah makan, saya kembali mencuci tangan dengan air mineral gelas sisa yang tadi karena belum habis airnya. Dan saya membawa nasi box beserta air mineral untuk dibuang.
Saya mendapat informasi, bahwa bus sebentar lagi akan jalan. Tetapi, saya masih kenyang. Saya kembali meminta air mineral gelas supaya menetralkan perut saya yang kenyang. Selesai saya menghabiskan air itu, saya membuang sampahnya, dan tidak lama kemudian saya dan teman-teman saya menaiki bus. Kami melanjutkan perjalan ke Pabrik Keramik Plered.
Perjalanan menuju Pabrik Keramik Plered ternyata butuh waktu yang lama, karena ramainya jalan di sana. Dari jadwal seharusnya sampai pukul 12.46, ternyata kami baru sampai sekitar jam 14.00. Sebelum kami menuju tempat pabrik keramik, beberapa kali kami salah alamat yang kami kira itu pabrik keramik, mereka hanya menjual keramik ataupun distributornya. Kami tiba di pabrik keramik Plered disambut oleh petugasnya di sana. Kami memasuki ruangan, lalu melihat hasil keramik yang sudah jadi. Beberapa saat kemudian, kami berkumpul mengikuti instruksi petugasnya dan duduk di lantai. Kami mendengarkan penjelasan beliau. Beliau kira, murid yang datang hanya dalam jumlah kecil sekitar 20 orang dan guru pembimbing. Dan ternyata murid yang datang lebih dari yang beliau kira. Tetapi, intinya beliau senang dengan kehadiran kami yang datang kesana untuk mempelajari cara membuat keramik, yang terutama berhubungan dengan pelajaran Kimia. Kami juga sambil mencatatat beberapa hal yang penting dari yang beliau ceritakan untuk mengisi LKS lami. Selesai beliau menjelaskan, kami langsung praktek bagaimana cara membuat keramik.
Ternyata, membuat keramik itu tidaklah mudah. Kami harus memutarkan alat putar tangan dan memegang tanah liat jangan sampai bentuknya kacau. Siswa-siswi penasaran dan langsung mencoba membuat keramik, beberapa diantaranya dibantu oleh pengrajin keramik di sana. Ada yang mencoba membuat keramik pakai alat putar kaki. Ada juga yang bertanya kepada salah satu pengrajin, untuk menambah pengetahuan kami tentang sejarah keramik dan juga mengisi LKS di Pabrik Keramik Plered. Keramik yang sudah jadi lalu dikeringkan. Walaupun masih basah, beberapa siswa membawa keramik buatan mereka (termasuk keramik saya yang dibuatkan oleh salah satu pengrajin keramik) ke dalam bus. Kami kembali menaiki bus.
Dari Pabrik Keramik Plered di Purwakarta, kami menuju ke Desa Cibodas yang ada di Lembang, Bandung - Jawa Barat. Di dalam bus kami merasa kelaparan karena belum makan. Saya menahan pusing selama di bus. Perjalanan menuju Desa Cibodas membutuhkan waktu yang lama.
Kamis, 17 April 2014
Selasa, 07 Januari 2014
GWS For Me (3)
Hari ini aku tidak masuk sekolah lagi. Sedih rasanya. Karena hari ini ada pelajaran MTK 3 jam, dilanjutkan pelajaran lainnya. Aku juga tidak bisa bertemu dengan teman-temanku di kelas XI IPA 2 dan kelas lain.
Sebelum aku masuk sekolah, badanku sebenarnya sudah mulai panas. Lalu, aku menanyakan ke ibuku apakah badanku panas. Ternyata badanku memang panas. Ibuku menanyakan ke sepupuku, yang kebetulan dokter yang sedang cuti dinas. Lalu, kakakku memanggilku untuk ke rumahnya. Katanya aku harus ke sana untuk diperiksa apa penyakit yang ku alami. Akhirnya, aku ke rumah saudaraku itu.
Setelah diperiksa, saudaraku itu menuliskan obat apa saja yang harus dibeli. Akhirnya, kakakku membelikan obat yang harus dibeli. Yang ada hanya 2 obat, ada obat yang tidak dijual di apotek dekat rumah. Aku minum saja obatnya, aku berharap besok aku sembuh.
Saat hari Senin, 6 Januari 2013 waktunya masuk sekolah. Walapun belum merasa sehat 100%, aku memaksakan diri berangkat ke sekolah. Di jam rumah, aku berangkat sekitar pukul 05.45 WIB (nggak tau jam sebenarnya, karena jam rumah dibuat lebih cepat) dan sampai di sekolah sekitar pukul 06.00 WIB.
Sampai di sekolah, aku membuka tisu dan mengelap ingus sampai bersih. Terkadang aku juga bersin. Begitu juga saat jam pelajaran di sekolah, aku juga banyak menghabiskan tisu dan bersin. Di jam pelajaran terakhir, aku merasa badanku panas. Dan aku minta tolong ke Yunita (teman sebangku aku) untuk merasakan apakah badanku panas atau tidak. Lalu, dia bilang badanku memang panas dan menyuruhku minum obat.
Bel pulang sekolah berbunyi, aku pulang dengan badan lemas karena tidak enak badan. Sebenarnya aku ingin tetap berada di kelas menunggu seorang teman untuk memberikan botol pesanan kakaknya. Tetapi, karena aku tidak enak badan, aku langsung taruh botolnya di mejanya yang bersiap untuk pulang.
Tidak lama setelah keluar kelas, dua orang teman menghampiriku. Aku menyapa satu orang yang kebetulan juga teman satu kelas. Setelah itu, temannya bercanda "Kok aku nggak disapa?". Aku langsung jawab, "Iya maaf. Hai.". Setelah itu, temannya yang tidak satu kelas sama aku menanyakan, "Itu kenapa mukamu? Udah mirip zombie.". Padahal kan aku memang lagi sakit. Akhirnya, aku pulang ke rumah.
Sampai di rumah, aku minum 2 obat seperti biasa. Malam harinya, badanku mulai panas lagi setelah sebelumnya sudah lebih baik. Aku merasa bahwa aku membutuhkan obat parasetamol. Selesai shalat maghrib, aku dan Ibuku pergi ke rumah seorang dokter. Kebetulan dokternya sedang di rumah. Lalu, aku diberi obat oleh dokter itu, tentu saja harganya tidak murah. Dan aku juga diberi surat untuk disampaikan ke sekolah supaya besoknya aku bisa beristirahat di rumah.
Saat bangun pagi, aku merasa badanku sudah lebih enak. Saat aku menanyakan ke yang lain, memang sudah lumayan. Aku bertanya lagi, apakah aku bisa sekolah hari ini? Kata ibuku jangan dipaksakan, nanti yang ada malah tambah sakit. Iya, benar juga sih.
Hari ini aku beristirahat sambil minum obat yang diberikan oleh dokter.
Semoga aku bisa sembuh dengan cepat!
Sebelum aku masuk sekolah, badanku sebenarnya sudah mulai panas. Lalu, aku menanyakan ke ibuku apakah badanku panas. Ternyata badanku memang panas. Ibuku menanyakan ke sepupuku, yang kebetulan dokter yang sedang cuti dinas. Lalu, kakakku memanggilku untuk ke rumahnya. Katanya aku harus ke sana untuk diperiksa apa penyakit yang ku alami. Akhirnya, aku ke rumah saudaraku itu.
Setelah diperiksa, saudaraku itu menuliskan obat apa saja yang harus dibeli. Akhirnya, kakakku membelikan obat yang harus dibeli. Yang ada hanya 2 obat, ada obat yang tidak dijual di apotek dekat rumah. Aku minum saja obatnya, aku berharap besok aku sembuh.
Saat hari Senin, 6 Januari 2013 waktunya masuk sekolah. Walapun belum merasa sehat 100%, aku memaksakan diri berangkat ke sekolah. Di jam rumah, aku berangkat sekitar pukul 05.45 WIB (nggak tau jam sebenarnya, karena jam rumah dibuat lebih cepat) dan sampai di sekolah sekitar pukul 06.00 WIB.
Sampai di sekolah, aku membuka tisu dan mengelap ingus sampai bersih. Terkadang aku juga bersin. Begitu juga saat jam pelajaran di sekolah, aku juga banyak menghabiskan tisu dan bersin. Di jam pelajaran terakhir, aku merasa badanku panas. Dan aku minta tolong ke Yunita (teman sebangku aku) untuk merasakan apakah badanku panas atau tidak. Lalu, dia bilang badanku memang panas dan menyuruhku minum obat.
Bel pulang sekolah berbunyi, aku pulang dengan badan lemas karena tidak enak badan. Sebenarnya aku ingin tetap berada di kelas menunggu seorang teman untuk memberikan botol pesanan kakaknya. Tetapi, karena aku tidak enak badan, aku langsung taruh botolnya di mejanya yang bersiap untuk pulang.
Tidak lama setelah keluar kelas, dua orang teman menghampiriku. Aku menyapa satu orang yang kebetulan juga teman satu kelas. Setelah itu, temannya bercanda "Kok aku nggak disapa?". Aku langsung jawab, "Iya maaf. Hai.". Setelah itu, temannya yang tidak satu kelas sama aku menanyakan, "Itu kenapa mukamu? Udah mirip zombie.". Padahal kan aku memang lagi sakit. Akhirnya, aku pulang ke rumah.
Sampai di rumah, aku minum 2 obat seperti biasa. Malam harinya, badanku mulai panas lagi setelah sebelumnya sudah lebih baik. Aku merasa bahwa aku membutuhkan obat parasetamol. Selesai shalat maghrib, aku dan Ibuku pergi ke rumah seorang dokter. Kebetulan dokternya sedang di rumah. Lalu, aku diberi obat oleh dokter itu, tentu saja harganya tidak murah. Dan aku juga diberi surat untuk disampaikan ke sekolah supaya besoknya aku bisa beristirahat di rumah.
Saat bangun pagi, aku merasa badanku sudah lebih enak. Saat aku menanyakan ke yang lain, memang sudah lumayan. Aku bertanya lagi, apakah aku bisa sekolah hari ini? Kata ibuku jangan dipaksakan, nanti yang ada malah tambah sakit. Iya, benar juga sih.
Hari ini aku beristirahat sambil minum obat yang diberikan oleh dokter.
Semoga aku bisa sembuh dengan cepat!
Selasa, 29 Oktober 2013
Bus Sekolah (BS)
Apakah kalian pernah menaiki Bus Sekolah (BS)?
Bus sekolah itu adalah transportasi yang dapat dinaiki siswa sekolah secara gratis.
Saya pernah menaiki Bus Sekolah sebanyak 2 kali.
Kondisi bus saat pertama kali saya menaikinya, terlihat coretan di sana-sini.
Tetapi, kondisi bus saat kedua kalinya saya menaikinya, terlihat bus yang baru dan bersih. Saya menaiki bus ke dua kalinya pada tanggal 25 Oktober 2013.
Inilah kondisi bus yang terbaru...
Bus sekolah itu adalah transportasi yang dapat dinaiki siswa sekolah secara gratis.
Saya pernah menaiki Bus Sekolah sebanyak 2 kali.
Kondisi bus saat pertama kali saya menaikinya, terlihat coretan di sana-sini.
Tetapi, kondisi bus saat kedua kalinya saya menaikinya, terlihat bus yang baru dan bersih. Saya menaiki bus ke dua kalinya pada tanggal 25 Oktober 2013.
Inilah kondisi bus yang terbaru...
Kalau kalian murid sekolah, mungkin saat pulang sekolah kalian melihat bus sekolah (BS) berwarna kuning, kalian naiki saja. Gratis kok busnya...
Sabtu, 17 Agustus 2013
Teman Kelas X5
1) Agung Sunandar = Orangnya lumayan pendiam.
2) Algis Vega Shiva Perdana = Orang paling berisik di X5. Tapi kadang omongannya berbobot
juga.
3) Ananda Hibatul Wafi = Orangnya lumayan menyebalkan, terkadang nggak jelas.
4) Anggi Pranata Putra = Orangnya kurang rajin. Tapi baik karena suka menyapa.
5) Anggraini Widiawati = Orangnya agak diam kalau sama aku. Tapi dia suka sharing sama Tri
Budi (Acha) dkk.
6) Annisa Karinia Ekistra = Orangnya jago B. Inggris. Dan sekalinya dia menyindir, kena banget.
Orang yang ambigu.
7) Aprillia Tri Jayanti = Orangnya suka bercanda, walaupun awalnya terlihat serius.
8) Chitra Dewi Putri = Orangnya iseng kalau sama Rosa. Tapi baik karena mau menemani Rosa.
9) Dea Oktabrianti = Kata teman dekatnya, kadang-kadang dia baru nyambung
belakangan kalau diajak ngobrol.
belakangan kalau diajak ngobrol.
10) Devi Ratna Dewanti = Orangnya jarang marah. Tetapi dia tidak mau diganggu
kalau sedang bersama teman lain.
11) Diskar Putra Ramadhan = Orangnya lumayan menyebalkan, aku ngomong apa...
dia jawabnya lain. Mungkin dia cuma bercanda. Sebenarnya, lumayan asyik orangnya kalau udah kenal.
12) Dyan Nur Aulia = Orangnya awalnya menyebalkan. Tapi cukup peduli sama
teman lain.
13) Fani Chairani = Ini aku sendiri. Menurutku, aku itu sering nggak jelas tingkahnya, kurang
nyambung kalau diminta sesuatu.
14) Finadia Selly Anggraeni = Omongan Nadia terkadang nyakitin. Tapi kalau
sudah tidak bisa dalam beberapa hal, biasanya minta diajarin.
15) Hendra Nugraha Prakarsa = Orangnya tidak banyak ngomong selain sama teman
sebarisnya, yaitu Yoga dkk.
sebarisnya, yaitu Yoga dkk.
16) Hermawan Junianto Irsan = Sohibnya Ilham Yahya. Terkadang apa yang dia omongin suka
nggak sesuai sama kenyataan.
17) Ilham Yahya Prayogo = Sering minta bantuan ke teman untuk tugas. Sifatnya itu cukup mirip
sama sifatnya Hermawan.
18) Ilham Yulianto = Senang mengobrol, saking senangnya kalau ada guru masih aja mengobrol
dengan teman lain di barisannya.
19) Inge Anggraeni Bella Putri Dewi = Orangnya to the point.
20) Lulu Fatimah = Orangnya pengertian dan senang mengobrol.
21) Muhammad Arif Azharri = Dipanggil 'Acil' di kelas. Sering jalan ke barisan lain untuk
meminjam sesuatu.
22) Muhammad Rizki Saputra = Orangnya lebih malas dari Raung. Suka meminjam
barang dan meminta bantuan ke teman untuk beberapa tugas.
23) Nova Dwi Herliana = Orangnya nggak pelit, friendly.
24) Novi Triana = Orangnya kadang judes.
25) Nurul Khalida Larasati = Orangnya senang mengobrol. Jago olahraga.
26) Pramesti Widya Kirana = Inilah 'guru' di antara murid X5. Senang mengobrol sama sohibnya
(Inge dkk).
27) Rahmat Ginanjar Saputra = Kata temannya, omongan Rahmat susah dipercaya.
28) Raung Alija Ibrahim = Pembawa suasana ceria di kelas, tapi kalau meminjam
barang nggak pernah dibalikin.
29) Restu Fajar Armawati = Senang bermain HP dan sharing sama Novi.
30) Riezka Amelia = Orangnya friendly (mudah berteman dengan siapa saja), bisa
diajak kerjasama.
31) Rizaldi = Orang yang paling malas sekolah. Dinasehati sama guru, tapi masih begitu.
32) Rosalinda = Orangnya suka menyendiri dan penurut kalau sama Citra & Yunita.
33) Ryan Wicaksono = Orangnya dulu suka bolos. Tetapi di akhir semester sudah membaik.
34) Sarah Miranda = Orangnya friendly, pengertian.
35) Siti Aprillia = Suka heboh kalau sama temannya (Nurul, Inge, Widya, Lulu, Dea).
36) Tira Yustira Haryadi = Orangnya kadang iseng.
37) Tri Budi Anggharani = Mudah diajak ngobrol, kerjasama.
38) Vera Oktavia Anggraeni = Sifatnya sama seperti Riezka. Orangnya friendly
(mudah berteman dengan siapa saja), bisa diajak kerjasama.
39) Yadi Setiadi = Orangnya kurang tegas jadi ketua kelas, tapi bisa diajak kerjasama.
40) Yoga Putra Utama = Sohibnya Hendra. Terkadang orangnya suka tidak
mendengarkan kalau guru menjelaskan sesuatu.
mendengarkan kalau guru menjelaskan sesuatu.
41) Yudha Ardhyanto = Orangnya senang mengobrol. Terkadang bisa marah juga.
42) Yunita Putrindo = Sama seperti Chitra, orangnya iseng kalau sama Rosa.
Seringnya main sama Chitra dan Rosa. Tetapi cukup baik sama teman lain.
Sabtu, 25 Mei 2013
Cara Merubah Bahasa di Blogger atau Dasbor
Tadi blog baru yang saya & saudara saya buat bahasanya belum diubah, masih memakai bahasa Afrika. Anda pasti tidak terbayangkan bagaimana pusingnya membaca pengaturan blog dalam bahasa Afrika.
Lalu saya mencari di google cara merubah bahasa pada blog, lalu saya mendapatkannya
tutorialnya dari sini.
Langsung saja, ini cara merubah bahasa pada blog:
1. Klik http://www.blogger.com/language.g
2. Akan muncul tampilan seperti ini
3. Pilih bahasa yang anda inginkan
4. Lalu klik tombol warna oranye (bukan logo blogger) yang arti dalam Bahasa Inggris "save settings".
5. Setelah itu blog anda akan tampil menggunakan bahasa yang diinginkan.
Selamat mencoba!
Lalu saya mencari di google cara merubah bahasa pada blog, lalu saya mendapatkannya
tutorialnya dari sini.
Langsung saja, ini cara merubah bahasa pada blog:
1. Klik http://www.blogger.com/language.g
2. Akan muncul tampilan seperti ini
3. Pilih bahasa yang anda inginkan
4. Lalu klik tombol warna oranye (bukan logo blogger) yang arti dalam Bahasa Inggris "save settings".
5. Setelah itu blog anda akan tampil menggunakan bahasa yang diinginkan.
Selamat mencoba!
Rabu, 08 Mei 2013
Cara Menghilangkan Akses Aplikasi di Twitter
Biasanya kan ada aplikasi di twitter yang 'cukup' mengganggu, seperti un********s.** yang selalu ada di profil twitter kita setiap followers berkurang. Itu hanya salah satu contoh.
Jika kalian juga merasa terganggu karena hal itu, atau merasa aplikasi yang kalian gunakan di twitter terlalu banyak, ada caranya supaya aplikasi itu bisa hilang dari twitter account kita. Yaitu sebagai berikut:
1. Buka website twitter : http://twitter.com/
2. Klik 'tanda seperti roda' di sebelah kolom search, lalu klik 'settings'.
3. Klik 'Apps', lalu pilih 'Revoke access' pada aplikasi di twitter yang ingin dihilangkan.
Selamat mencoba! Semoga berhasil!
Jika kalian juga merasa terganggu karena hal itu, atau merasa aplikasi yang kalian gunakan di twitter terlalu banyak, ada caranya supaya aplikasi itu bisa hilang dari twitter account kita. Yaitu sebagai berikut:
1. Buka website twitter : http://twitter.com/
3. Klik 'Apps', lalu pilih 'Revoke access' pada aplikasi di twitter yang ingin dihilangkan.
Selamat mencoba! Semoga berhasil!
Kamis, 18 April 2013
Game Facebook: The Sims Social (mengenang masa kejayaan)
The Sims Social is a Facebook videogame developed by Playfish and EA, taking place in a fictional town called Littlehaven. A mobile application for smartphones is also in development as a companion app to the Facebook version, which will be available on the current generation of smartphones. The game also features remakes of real life famous people such as Lady Sim-Sim (Lady Gaga), Elvis Plumbob (Elvis Presley), and Sims Cara (Sin Cara).
Skills
Like other games in The Sims series, Sims can develop skills. There are currently six skills: art, cooking, music, writing, athletic, driving, and various project skill items which are tied with specific themed collections. Developing higher level skill levels allow Sims to obtain new objects. Sims develop skills when the player interacts with an art object (such as easel or computer when level 30), a music object (such as a guitar or keyboard when level 10), a cooking object (such as a microwave, a coffee maker when level 10, or a stove when level 15), or a writing object (such as a computer or typewriter when level 10). At times, skills are a part of quests given to the player for their Sim to achieve.
Careers
Careers in the The Sims Social are, however, much different than those of previous Sim games. Sims can aspire to three different career paths: Rocker, Chef, and Artist. Each career consists of 5 levels each with three sub-levels. To advance in their given career players are required to submit appointments for various jobs. After the given appointment time the player can send their Sim to work and earn Simoleons and Career Points. Career Points help further careers leading to promotions. After each promotion players receive a special object only acquirable through a career. Upon completion of an entire career track, players can select a new career track at the cost of forgoing all past career history.
Traits
There are currently 12 traits for Sims in The Sims Social and only can be purchased with Lifetime Points. All traits feature between three to five levels; each needing to be bought at a higher price of Lifetime Points than the last one. The traits are slob, steel bladder, neat, super mechanic, insane, ogre, ninja, great kisser, night owl, expert cook, music maestro, and art virtuoso. When the player upgrades the level of a trait, the trait becomes more prominent in the Sim's lifestyle. The most visible example of this is in the ninja trait. When a Sim has the level one ninja trait, the Sim walks faster. However, when a Sim has the level five ninja trait, they can teleport from place to place. The ninja trait is useful if the player has a larger house. In the insane trait, Sims can reduce the need of being social and can talk with plants without visiting people (in previous versions, talking to plants also eliminated the energy needed to fulfill Social). For example, a level 4 insane trait lets the sim talk to themselves to fulfill fun and social need without eliminating energy. Certain career traits, like art virtuoso, provide the benefit of earning more Simoleons while using the respective skill object. However, these traits can only be unlocked by reaching specific career levels.
Needs and Energy
In The Sims Social, Sims have needs, just as with other games in The Sims series. However, unlike other games in the series, Sims cannot die. There are six needs: social, fun, hunger, hygiene, bladder, and sleep. When all of the needs are fulfilled, the player's Sim will become inspired. Inspired Sims earn more Simoleons when performing skill tasks. Sims with a bad mood will not follow the directions of the player. Instead, they will fulfill their own needs by autonomy. All mood meters cycle from deep green (good) to lighter green, yellow, orange, red, and finally gray. All needs can be improved from the Sim's home. Another feature located right beside the needs is the fun meter. This can variate largely depending on the Sim's personality. For example, a Sim with an athletic personality will not find playing computer and arcade games as enjoyable as a Sim with a geek personality. Sims will take care of themselves using autonomy. If left to their own devices, Sims will perform actions that will help out the lowest meter, provided they have an appropriate object nearby. This cannot go on extended periods of time, as eventually the game pauses and tells the player "Your Sim Needs You!", or to keep playing the game.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

.jpg)




