Halaman

Minggu, 18 September 2022

Cerita di Kampung Halaman (Part 3) (16-18 Juli 2022)

16 Juli 2022

Aku bangun tidur pukul 02:19 WIB. Rencananya, aku dan kembaranku mau mandi paling pagi secara bergantian. Hari ini ada acara pernikahan sepupuku yang bernama Putri, pasti akan mengantri untuk mandi. Kami sarapan pakai rendang pada jam 07:00 WIB. Satu setengah jam kemudian, kami bersiap ke acara pernikahan Putri. Aku, kembaranku, dan kakaku sudah siap dengan baju pesta. Keluarga yang lainnya sudah pergi ke tempat pesta di Biaro. Kami pun memakai makeup tipis (bedak) dan lipstik agar terlihat bagus. Kami bertiga tinggal menunggu giliran untuk dijemput. 

Sambil menunggu, kami bertiga memainkan handphone, makan cokelat batangan, hingga mengobrol. Kami menunggu untuk dijemput oleh salah satu kakaknya Ibuku selama empat jam. Kami melakukan perjalanan ke Biaro (rumah adiknya Ibuku) selama 50 menit. Selama di perjalanan, kami diberikan nasihat oleh kakaknya Ibuku tentang beberapa hal. Sampai di sana, kakakku mengisi buku hadir tamu undangan dan kami bergegas untuk makan. Kami mengambil makanan secukupnya. Dan kami duduk di dekat panggung pengantin. Di meja juga dihidangkan beberapa kue dan buah pisang serta air mineral gelas.

Banyak sekali tamu undangan yang hadir pada pesta pernikahan ini. Beberapa waktu setelah makan, kami bosan menunggu dan berpindah tempat ke dekat tempat terima tamu. Kami pun mengambil air mineral gelas dan makanan yang belum dicoba. 

Setelah menunggu, pukul 16:33 WIB kami pulang ke rumah di kampung. Kami mengganti pakaian ke baju rumah agar lebih nyaman. Pada jam 21:00 WIB, kami memasak dan makan mie. Aku pun tidur pukul 22:35 WIB.


17 Juli 2022

Aku bangun tidur pukul 03:31 WIB. Setelah itu bangun sebentar dan lihat handphone, lalu aku tidur lagi. Aku bangun tidur lagi sekitar 05:30 WIB. Aku, kembaranku, dan kakaku sarapan pagi. Beberapa jam kemudian, Ibuku serta kakak dan adiknya pergi untuk membeli oleh-oleh. Hal itu karena adiknya Ibuku ada yang harus cepat kembali pulang karena urusan pekerjaan. 

Sebagai traktiran ulang tahun, Ibuku menitipkan uang ke salah satu sepupuku untuk dibelikan nasi bungkus yang tidak terlalu jauh dari rumah. Kami memilih lauk yang berbeda. Setelah sepupuku itu di sana, ternyata lauk yang kami inginkan semuanya tidak ada, hanya tersisa ayam cabai hijau (paha dan dada) serta gajih (lemak) sapi. Akhirnya dibelikanlah beberapa nasi bungkus yang lauknya ayam cabai hijau dan 1 nasi bungkus yang lauknya gajih sapi. Setelah dibelikan, kami pun memakannya sekitar pukul 14:00 WIB. Di malam hari, kami lanjut makan pakai nasi bungkus yang tidak dimakan sama Ibuku. Aku pun tidur pada jam 21:45 WIB.


18 Juli 2022

Aku terbangun dari tidur sebanyak 3 kali karena sangat kedinginan. Pukul 05:04 WIB, aku bangun tidur ketiga kalinya. Kembaranku menggoreng nugget Fiesta dan kami sarapan pakai nugget pukul 06:32 WIB, selesai makan lanjut minum air putih dan mencuci peralatan makan. Ibuku, kakakku, dan hampir semuanya pergi ke luar (hanya 4 orang di rumah). Aku dan kembaranku makan siang pakai lauk rendang yang tersedia di atas meja pada jam 13:45 WIB. 

Di sore hari, aku dan kembaranku mandi secara bergantian. Aku mandi selama 42 menit mulai pukul 17:03 WIB. Ibuku, kakakku, bersama yang lain (tapi tidak semua yg pergi) pulang ke rumah sektiar waktu Magrib menuju Isya. Ibuku membelikan Sate Padang yang berbeda dari sebelumnya dibeli. Aku dan kembaranku makan sate pukul 19:21 WIB. Setelah itu, kakakku memberikan Jasuke dan kami berdua memakannya. Selesai makan, kami pun membuang bungkus sate lalu minum air mineral. Aku tidur pukul 23:20 WIB.

Jumat, 16 September 2022

Cerita di Kampung Halaman (Part 2) (13-15 Juli 2022)

13 Juli 2022

Aku bangun pada jam 03:50 WIB, lalu Shalat Subuh sekitar pukul 05:00 WIB. Aku lanjut mandi sekitar 30 menit mulai pukul 06:25 WIB. Untuk mengisi tenaga, aku sarapan pakai rendang jam 07:22 WIB. Kami bergantian untuk mandi karena akan pergi ke suatu tempat hari ini.

Kami semua akan pergi ke Puncak Lawang yang letaknya di Kab. Agam, Sumatera Barat. Pukul 09:30 WIB, kami yang berjumlah 18 orang melakukan perjalanan pergi ke sana dengan 3 mobil. Tak lupa juga kami membawa perbekalan berupa nasi dan dendeng untuk makan siang nanti. Sekitar pukul 10:45 WIB, mobil yang dinaiki olehku (dan juga kembaranku, Ibuku, kakakku, kakaknya Ibuku, supir) turun di dekat taman di Matur karena menunggu 2 mobil lain agar melanjutkan perjalanan bersama-sama. Ibuku dan kakakku pergi membeli snack dan air mineral yang berada di seberang tempat kami berhenti. Kami pun memakan snack tersebut. Dua mobil lainnya sudah berada dekat mobil yang kami naiki pada jam 11:20 WIB, lalu semuanya melanjutkan perjalanan bersama-sama. 

Kami sampai di Puncak Lawang pukul 11:57 WIB. Setiap orang berfoto selfie di sana. Tapi aku dan kembaranku lebih memilih memfoto pemandangan di sana. Walaupun pada akhirnya aku dan kembaranku difotoin juga sama kakak/ Ibuku. Ada juga foto bersama. 


Kami lanjut ke perjalanan berikutnya setelah selesai ke Puncak Lawang. Kami melakukan perjalanan selama lebih dari satu jam, dan sampai di Danau Singkarak pukul 13:59 WIB. Kami makan siang pakai nasi dan lauknya berupa dendeng (juga telur balado di atas nasi untuk beberapa bungkus). Kami makan sambil menikmati pemandangan Danau Singkarak. 

Lalu lanjut minum teh dan ada yang makan olahan tutut (aku dan kembaranku nggak ikut makan itu). Kami lanjut Shalat Dzuhur dan Ashar (dijamak) di masjid dekat sana. 

Perjalanan berikutnya ke Pantai Gandoriah. Kami sampai di Pantai Gandoriah sudah sore hari (17:03 WIB). Akhirnya kami hanya berdiri di sekitar dermaga pantai (tidak menginjak pasir pantai). Masing-masing dari kami pun berfoto di dermaga pantai. Aku memfoto pemandangan pantai. 




Selesai berfoto pukul 17:20 WIB, sepupuku menyetop tukang roti dari seberang jalan dan membelikan beberapa Sari Roti isi (cokelat, strawberry, srikaya, dll). Roti pun dibagi-bagi secara merata dan kami memakan roti tersebut. 

Tadinya kami ingin ke tempat lain (Air Terjun Lembah Anai), tapi karena sudah hampir malam akhirnya kami pulang ke rumah. Perjalanan ke rumah memakan waktu lebih dari dua jam. Rombongan mobil yang kunaiki sampai duluan di rumah, tapi karena yang pegang kunci rumah di rombongan lain, kami baru masuk ke dalam rumah pukul 20:28 WIB. Aku Shalat Isya pukul 21:24 WIB dan tidur pukul 22:50 WIB.


14 Juli 2022

Aku bangun tidur pukul 04:38 WIB, setelah itu aku ke kamar mandi karena mencret. Pada jam 05:35 WIB, aku melaksanakan Shalat Subuh. Karena sakit perut, aku menyeduh teh manis hangat setelah sarapan. Dan tak lupa juga untuk minum obat Entrostop.

Karena Ibuku dan kakakku pergi ke suatu tempat bersama yang lain, aku hanya bertiga di rumah dengan kembaranku dan kakanya Ibuku yang nomor 2. Aku dan kembaranku bergantian mencuci sepatu dan kaus kaki mulai pukul 10:50 WIB. Aku dan kembaranku makan siang pukul 12:26 WIB. Lalu, aku lanjut shalat Dzuhur. Karena bosan, aku dan kembaranku memainkan handphone dan mendengarkan lagu menggunakan earphone. 

Hujan turun dengan sangat deras setelah itu. Sekitar pukul 15:30 WIB, aku dan kembaranku mengangkat jemuran sepatu. Lalu, kakaknya Ibuku memberitahuku untuk mengangkat jemuran lain yang ada di samping rumah. Kembaranku juga ikut membantu mengangkat jemurannya. Badanku dan kembaranku sampai basah. Karena itulah, kami mengganti baju dan keramas. Aku melaksanakan shalat Ashar pada jam 16:41 WIB. Karena semakin bingung ingin melakukan apa, aku dan kembaranku makan snack yang masih tersimpan dalam tas. Di sore hari, aku lanjut minum teh. Tak lupa juga makan malam. Aku tidur sekitar pukul 22:30 WIB.


15 Juli 2022

Hari ini, aku dan kembaranku lebih banyak di rumah. Aku terbangun sebanyak 2 kali, yang pertama pukul 01:37 WIB dan kedua pukul 04:20 WIB. Aku Shalat Subuh pukul 05:20 WIB. Sekitar jam 06:06 WIB, aku makan roti Aoka lalu lanjut minum air putih. Aku dan kembaranku  mengunjungi supermarket Al Falah untuk pertama kalinya (kakakku udah pernah ke sana pas baru sampai di kampung halaman). Kami berjalan kaki dari rumah ke Swalayan Al Falah sekitar 1 km. Di perjalanan menuju Al Falah, aku memfoto pemandangan sekitar yang dipenuhi oleh sawah dan pepohonan.





Di Swalayan Al Falah, kami membeli mie goreng yang tidak ditemukan di Jabodetabek. Kami juga membeli Energen, minuman lain, dan juga nugget Fiesta yang isinya sedikit.  Sepulangnya dari Al Falah, kami menyeduh Energen di gelas kecil. Lima belas menit kemudian, kami makan risol dan pisang goreng yang dibelikan. Kembaranku menggoreng nugget yang dibeli untuk dimakan sekitar jam 12:25 WIB, lalu kami lanjut cuci piring.

Sepuluh menit kemudian, aku dan kembaranku makan snack Monde bulat. Aku shalat Dzuhur pukul 14:05 WIB. Bakso telah disiapkan, dan kami meracik bakso beserta sayur dan daun bawangnya sendiri. Aku dan kembaranku hanya makan bakso sedikit (seporsi berdua) sekitar pukul 14:35 WIB. 

Aku melaksanakan Shalat Ashar pukul 16:08 WIB. Setelah itu, aku Shalat Maghrib pada pukul 19:20 WIB. Baru saja aku baca Al-Fatihah, terasa guncangan yang cukup kencang. Kami yang berada di kamar pun keluar. Setelah dicari tahu, ternyata guncangan tadi adalah gempa. Aku kaget, karena pertama kalinya merasakan gempa yang kencang (biasanya hampir selalu tidur pas gempa di Jabodetabek). Kami mencari tahu asal gempa, dan ternyata asal gempanya masih di satu provinsi. Aku memindahkan sajadah ke luar kamar (dekat TV). Dan aku mengulang lagi shalat Magrib, dan tak lama selesai shalat terdengar adzan Isya. Aku pun lanjut shalat Isya. Setelah shalat pun, aku mencari kata kunci 'gempa Sumatera Barat' untuk melihat apakah ada yang merasakannya juga. Aku dan kembaranku memakan sisa gorengan pukul 20:40 WIB. Aku pun tidur pada jam 22:07 WIB.

Selasa, 13 September 2022

Cerita di Kampung Halaman (Part 1) (11-12 Juli 2022)

11 Juli 2022

Pukul 04:44 WIB, aku bangun tidur. Udaranya sangat dingin di sini. Lalu aku Shalat Subuh sekitar jam 5 pagi. Setelah itu, aku melakukan aktivitas lain seperti makan dan minum madu. Pukul 07:45-08:35, aku dan kembaranku bergantian untuk mandi. Air di kamar mandi sangat dingin sekali, aku agak menggigil karena kedinginan. Pukul 09:24-09:35, aku dan kembaranku pergi ke warung untuk membeli camilan. Kami juga menemukan dan membeli roti merk Aoka, yang tidak pernah kutemui di warung dekat rumah di Depok. Aku Shalat Dzuhur pukul 13:48 WIB, lalu dilanjutkan dengan makan siang sekitar pukul 14:05 WIB.

Di sore hari, aku, Fina, Ibu, dan Kak Lani pergi keliling melihat sekitar kampung. halaman. Aku memfoto pemandangan di sekitar sana. Kami tak lupa juga mampir ke rumah neneknya saudaraku Aurel walau hanya sebentar. Dalam perjalanan pulang, aku kembali memfoto pemandangan sekitar.




Di jalan, Ibu mengobrol dengan teman yang ditemuinya. Setelah itu, kami pun pulang. Pada malam hari, aku makan pukul 19:32 WIB, dilanjutkan dengan Shalat Isya pukul 19:55 WIB. Setelah melakukan beberapa aktivitas, aku pun tidur pukul 22:50 WIB karena besok akan pergi ke suatu tempat.


12 Juli 2022

Aku bangun tidur pukul 04:51 WIB, lalu lanjut Shalat Subuh pukul 05:08 WIB. Karena merasa kedinginan dan butuh energi lebih, pukul 06:45 WIB aku dan kembaranku membuat susu hangat dan meminumnya, dilanjutkan dengan makan wafer Richeese Nabati kemasan zip lock yang dibawa dari Depok. Aku dan kembaranku masak Indomie Goreng Jumbo (yang dibawa dari Depok) sekitar pukul 08:03, lalu makan mie itu dan lanjut cuci piring dan sendok setelah selesai makan. 

Aku dan kembaranku diajak ke sawah bersama Ibuku, kakaknya Ibuku, Aurel dan mamanya pukul 08:29 WIB. Sawah tersebut milik keluarga besar kami. Di sawah, kami memetik cabai hijau. Ada juga 1-2 buah wortel yang dipanen (hari sebelumnya sudah banyak yang dipanen). Ada juga komoditas lain yang sedang ditanam di sawah. Dari sawah, terlihat pemandangan gunung dan rumah penduduk di kejauhan. 





Kami pun kembali ke rumah. Memasuki waktu Dzuhur, aku pun shalat. Beberapa waktu setelah itu, kami (rombongan anak muda) bersiap pergi ke Jam Gadang pukul 13:22 WIB. Kami tiba di sana pukul 14:13 WIB. Lalu, kami ke Pasar Atas Bukittinggi dan makan nasi Kapau.

Selesai makan, kami lanjut berjalan hingga ke depan kebun binatang. Kami menunggu rombongan keluarga (para orangtua + 1 anak) yang ingin ke sini, mereka sedang berada di tempat lain. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya rombongan itu tidak jadi datang dan kami berjalan lagi hingga ke dekat Jam Gadang. Kami berjalan di sekitar Jam Gadang lalu pergi ke supermarket.



Beberapa waktu setelah menunggu, akhirnya kami dijemput. Kami berjalan menuju ke rumah melewati jalan lain, melihat Gunung Marapi dan Gunung Singgalang, pemandangan sawah, dan lainnya yang indah. Kami tiba di rumah sekitar pukul 18:00 WIB. Kami makan Sate Padang yang dibelikan pukul 18:42 WIB. 

Setelahnya, setiap anggota keluarga beribadah sendiri-sendiri. Di malam hari, kami pun tidur.

Jumat, 09 September 2022

Perjalanan menuju kampung halaman (9-10 Juli 2022)

09 Juli 2022

Aku melakukan perjalanan menuju kampung halaman mulai hari ini. Pada dini hari, aku bersiap untuk mandi. Pukul 05:05 WIB, aku shalat subuh. Lalu dilanjutkan dengan sarapan pagi pukul 05:35 WIB. Sebelum pergi, aku dan keluargaku (beserta kakaknya Ibuku) melakukan persiapan terakhir yaitu mengecek perlengkapan dan perbekalan yang harus dibawa.

Kami berlima berangkat dari rumah pukul 06:26 WIB dan sampai di halte Kp. Rambutan pukul 07:00 WIB. Kami akan pergi ke kampung halaman menaiki bus Palala. Sambil menunggu bus datang, kami melakukan kegiatan masing-masing, yaitu memainkan handphone atau mengobrol. Saat bus tiba, kami mengangkat barang bawaan kami ke dalam bus dan koper diangkat oleh petugas bus menuju bagasi. Kami menaiki bus sekitar pukul 09:28 WIB. Bus mulai berangkat dan melakukan perjalanan.

Bus melewati jalan tol yang di sisi kanan dan kiri jalannya terdapat pepohonan hijau. Sekitar pukul 10:20 WIB, bus berhenti untuk  mengisi bensin. Pukul 10:36 WIB, bus berhenti kembali di pemberhentian berikutnya (Poris / Lebak Bulus) untuk mengambil penumpang lain yang sudah memesan tiket bus dari hari-hari sebelumnya. Ada orang mengamen serta jualan aneka makanan dan minuman tapi aku tidak membelinya. Setelah itu, penumpang bus dibagikan box berisi roti, snack Better, dan kopi kemasan botol untuk mengisi perut. Aku belum memakan roti, snack Better, dan minum kopi karena lebih memilih untuk memakan snack yang dibawa sendiri dari rumah.

Pukul 12:15 WIB, bus masuk ke wilayah Pelabuhan Merak lalu busnya masuk ke kapal sekitar 12:49 WIB. Pada pukul 13:01 WIB, penumpang turun dari bus dan masuk ke kapal. Kami makan siang pakai lauk ayam goreng yang dibawa pukul 13:16-13:34 WIB. Aku lanjut shalat Dzuhur dan Ashar dijamak pukul 13:38-13:58 WIB. Saat shalat, kapalnya bergoyang tapi untungnya aku tidak jatuh. Aku dan kembaranku melihat pemandangan laut dari atas kapal pukul 14:25-14:34 WIB. 



Kami turun ke kapal bagian bawah lagi di Pelabuhan Bakaheuni pukul 16:44 WIB, lalu mencari bus dan masuk ke bus pukul 16:50 WIB. Pukul 16:53, bus keluar area pelabuhan. 

Bus berhenti di sebuah restoran saat waktu Magrib. Penumpang bus diperbolehkan istirahat, shalat, dan makan. Kami minum teh di restoran itu pukul 19:01 WIB. Beberapa waktu setelah itu, kami mengambil persediaan pop mie di dalam bus dan ke restoran itu lagi untuk menyeduh pop mie. Karena bus akan berjalan kembali, kami membawa pop mie yang sudah diseduh ke dalam bus. Saat di bus, kami kesulitan makan pop mie karena bus berjalan dengan sangat cepat. Kuah mie punyaku tumpah ke baju karena terlalu banyak dituang oleh karyawan restoran. Aku memakan mienya perlahan hingga satu setengah jam kemudian.

Pada malam hari, aku sulit tidur dan terbangun setiap setengah jam sekali.


10 Juli 2022

Pada dini hari, aku muntah lebih dari sekali. Lalu membersihkan'muntahannya pukul 03:45 WIB. Karena terlalu lama membersihkan muntah, aku makan terburu-buru karena penumpang bus yang lain sudah menaiki bus. Nasi pakai lauk soto daging dan teh terpaksa tidak kuhabiskan. Setelah itu, bus berjalan kembali dan melakukan pemberhentian di sebuah masjid untuk shalat subuh sekitar pukul 05:55 WIB. Aku pun berwudhu dan shalat subuh pukul 06:00 WIB.

Mendekati waktu makan siang (sekitar pukul 11:00 WIB), bus berhenti di RM. Umega Gunung Medan, Sumatera Barat. Kami pun makan di RM. Umega pakai lauk pilihan. 

Aku memilih lauk rendang untuk diri sendiri dan kembaranku. Kakakku memilih lauk ayam gulai paha. Ibuku memilih lauk rendang juga tapi versi yang lebih keringnya karena tidak ada tunjang atau dendeng. 


Aku sebenarnya ingin cepat makan, tapi kembaranku sedang menemani kakak perempuannya Ibu ke kamar mandi. Setelah selesai, kakaknya Ibuku memilih lauk juga untuk dimakan.

Kami semua makan dengan porsi yang cukup. Beberapa saat kemudian, aku ingin menghabiskan makanannya, tapi bus sebentar lagi jalan. Aku membungkus sisa lauk rendang, begitu juga dengan kembaranku dan Ibuku. Kakaknya Ibuku juga membungkus semua sisa makanannya. Lalu, aku dan kembaranku mencuci tangan secara bergantian. Kami menunggu Ibu untuk membayar makanannya. Tak lupa kami minum air mineral gelas yang disediakan gratis bagi pengunjung rumah makan. Setelah itu, kami semua menaiki bus lagi.

Bus tidak melakukan pemberhentian selain menuruni penumpang ke tempat tujuan. Bus kembali melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Aku menyiapkan kantong plastik warna hitam dan lagi-lagi aku muntah di jalan. Perutku terasa kosong dan badan terasa lemas karena sering muntah. Di suatu pemberhentian, ada pedagang yang berjualan. Ibuku membeli perkedel jagung (yang dipotong persegi panjang) berukuran kecil. Aku pun memakannya untuk mengisi perut yang kosong. Lalu minum air mineral gelas yang tersisa kurang dari 1 gelas. Sejujurnya aku dan saudaraku yang lain merasa kurang minum, tapi kami tahan karena persediaan air sudah habis.

Sekitar pukul 17:45, bus tiba di depan swalayan di kampung halamanku, namanya "Al Falah". Di sana kakak dan adiknya Ibuku sudah menunggu untuk mengantar kami. Kami bergegas membawa barang bawaan yang ada di dalam bus. Pihak bus ikut membantu mengangkat koper yang ditaruh di tempat khusus (samping bus). Koper dan barang bawaan lain kami ditaruh di dalam mobil adiknya Ibuku. Aku, Ibuku, kembaranku, dan kakak perempuan dari Ibu naik ke mobil. Sementara itu, kakakku pergi ke swalayan dulu membeli air mineral, lalu naik motor bareng kakaknya Ibuku ke rumah di kampung halaman.

Sekitar pukul 18:00 WIB, kami tiba di rumah di kampung halaman. Kami menaruh barang bawaan kami ke dekat kamar. Karena masih lapar, tidak lama kemudian aku dan kembaranku makan dendeng yang dibawa dari rumah. Sekitar pukul 18:15 WIB, akh Shalat jamak Dzuhur dan Ashar. Lalu tidak lama kemudian sudah adzan lagi dan aku lanjut Shalat Maghrib (sekitar 18:30 WIB). Malam hari, aku makan lagi pakai lauk yang ada. Dan pukul 22:55 WIB, aku tidur.

Sabtu, 13 Agustus 2022

Pengalaman Menginap di Villa Pitaya tanggal 25-26 Juni 2022

25 Juni 2022

Pada 25-06-2022, aku dan kembaranku berangkat bareng saudara sepupu dan anak-anaknya ke villa Pitaya menggunakan mobil. Ibuku dan kakak keduaku menaiki mobil lain untuk ke sana.

Pukul 08:32 WIB, mobil memasuki area tol. Saat di jalan tol, aku melihat pepohonan hijau dari jauh. Aku senang sekali. Pukul 09:30, mobil keluar dari tol melewati jalan biasa. Mobil melewati pasar dan rumah penduduk. Barulah pada pukul 09:57 WIB, kami tiba di tempat penginapan.

Sampai di tempat penginapan, aku memainkan game di handphone. 

Pukul 11:24, kami semua makan siang pakai sup bakso. Pada jam 12:36-13:03, aku memfoto pemandangan di sekitar villa.




Pukul 15:10, aku dan kembaranku makan Pop Mie goreng. Setelah itu, kami bersantai di kamar.

Sekitar pukul 16:32, aku makan pisang goreng lalu dilanjutkan dengan makan wafer dan minum air mineral.

Pada malam hari sekitar pukul 19:45, ada berbagai lomba untuk anak-anak. Ada lomba tiup balon sedotan dan balon karet, pisahkan biji dan isi kuaci, ucap cepat, dan beberapa lomba lainnya. Hadiah pemenang adalah alat tulis. Dan semua peserta lomba mendapatkan bingkisan makanan ringan. Aku dan kembaranku hanya melihat dari kamar saja karena di ruang tengah villa (yang dijadikan tempat lomba) terlalu ramai.

Pada 20:30 WIB, Ibuku dan saudara lain melakukan karaoke, menyanyikan lagu zaman dahulu.

Dan pukul 22:35 WIB, aku bersiap untuk tidur.


26 Juni 2022

Pada 26-06-2022, aku bangun pukul 01:11 WIB karena susah tidur dan kedinginan. Aku tidur lalu bangun lagi pukul 02:17 WIB. Setelah itu, aku melihat aplikasi belanja online untuk membeli earphone lalu aku checkout barang tersebut. Pada pukul 03:02-03:42 WIB, aku mandi. 

Lalu, pukul 04:43-05:00 WIB aku shalat subuh. Dan pukul 07:12-07:25 WIB, aku dan kembaranku sarapan pagi di dapur villa pakai mie rebus, lalu makan pisang goreng di ruang makan villa. Tak lupa juga setelah itu aku minum air mineral.

Pada pukul 10:25-10:35 WIB, aku makan breaklunch (makan siang kecepatan) pakai ayam goreng.


Sekitar pukul 11:30, semua yang menginap sudah bersiap untuk pulang.

Pukul 11:40, aku dan kembaranku yang menumpang mobil sepupu bersiap untuk pulang ke Depok. Di dalam mobil, aku dan kembaranku mendapatkan snack dari sepupu berupa Pocky, kuaci Rebo, dan kripik kentang Chitato. Aku senang sekali.

Mobil yang aku naiki masuk gerbang tol pukul 12:12 WIB dan keluar dari gerbang tol pukul 12:50 WIB.

Akhirnya pada pukul 13:06 WIB, aku dan kembaranku tiba di rumah. Ibu dan kakak keduaku sudah sampai terlebih dahulu karena menumpang mobil yang berbeda.

Sabtu, 05 Januari 2019

Tips Presentasi di Depan Kelas

Kali ini, aku mau kasih tau tips presentasi di depan kelas (dari saran beberapa teman).... tipsnya adalah :

1. Kuasai Materi Presentasi
Jika kita memahami apa yang akan kita presentasikan, saat maju berbicara depan teman dan dosen akan lebih siap

2. Tidak terlalu menghafal
Dari beberapa teman yang selaku baik dalam presentasi, mereka tidak terlalu menghafalkan materi presentasi. Tetapi, mereka mengembangkan sendiri materi presentasinya.

3. Berpakaian yang rapih
Pastinya dalam presentasi itu harus berpakaian yang rapih sesuai aturan di dalam kelas (misalnya ada,dosen yang tidak membolehkan pakai kaos dan celana jeans).

4. Jangan ragu untuk memulai
Saya sendiri selalu ragu ketika mulai presentasi. Bagi kalian, jangan ragu saat memulai presentasi. Lakukan presentasi seperti biasa dengan enjoy dan jangan takut salah saat mempresentasikan suatu hal.

5. Awali dan akhiri presentasi dengan ucapan salam.
Dalam menjalankan presentasi, alangkah baiknya mengucapkan salam dan sapaan lainnya seperti, "Assalaamualaikum", "Selamat pagi", "Selamat siang", dan sebagainya. Setelah mengucapkan salam, ungkapkan rasa syukur kita kepada Sang Pencipta dan ungkapkan rasa terima kasih terhadap dosen dan teman-teman.

Sekian tips dari saya. Sampai jumpa lagi di tulisan berikutnya. Saya janji akan lebih sering menulis di blog.

Minggu, 18 Oktober 2015

GWS For Me (4)

Hari Jum'at, 16 Oktober 2015, kepalaku mulai pusing berat dan sedikit demam. Lalu muncul gelembung di tangan.

Karena itu, Hari Sabtu, 17 Oktober 2015, aku memeriksakan gejala penyakit itu di puskesmas.
Sekitar pukul 06.45 WIB, aku dan saudaraku menuju ke puskesmas dekat rumah, agar kami cepat mendapat nomor antrian di puskesmas. Setelah berjalan kaki selama 10 menit, kami tiba di puskesmas.

Di Puskesmas, masih terlihat sangat sepi. Dan aku mengambil nomor urut tiga, untuk pemeriksaan di Puskesmas bagian Poli Umum. Aku menaruh nomor urut, kartu Puskesmas punya Ibuku, dan KTP milikku. Kami menunggu sambil memainkan HP. Dan aku jadi sedikit mengantuk karena lamanya menunggu saat dipanggil. Akhirnya, aku dipanggil oleh petugas di Puskesmas, beliau bertanya siapa yang sakit. Aku menjawab diriku yang sakit. Setelah itu, aku membayar Rp2.000, dan dikembalikan kartu Puskesmas serta KTP milikku. Lalu, kami masuk dan duduk untuk menunggu dokter.

Setelah beberapa lama, akhirnya aku dipanggil untuk masuk ke ruang Poli Umum. Lalu, aku menunjuukan gelembung yang ada di tanganku, dan aku juga bilang kalau gelembung seperti itu juga terdapat di beberapa bagian lainnya. Dan Dokter di Puskesmas bilang, aku terkena penyakit cacar air.
Penyakit cacar air itu disebabkan oleh virus, jadi tidak tahu asal virusnya darimana. Karena penyakit cacar air, aku tidak diperbolehkan ke luar rumah selama 2 minggu.

Lalu, Dokter itu memberikan resep obat untuk dibawa ke tempat pengambilan obat. Aku membawa resep itu ke sana. Saat menunggu obat diberikan, ada seorang Ibu yang menggendong bayi bertanya kepadaku, apakah aku terkena penyakit cacar. Aku jawab iya, dan ternyata Ibu itu bilang bahwa dia juga terkena penyakit yang sama dan takut menularkan penyakit cacar ke anaknya. Kemudian, setelah beberapa lama menunggu, aku diberikan beberapa obat dan resep salep yang harus dibeli di apotik. Setelah itu, kami pulang ke rumah.

----------

Inilah obat yang harus dihabiskan & resep salep yang harus dibeli :